Loading... Please wait
Diberdayakan oleh Blogger.

Kuis indonesia.travel periode 4
Jawab pertanyaan sebanyak-banyaknya dan ajak teman-teman Anda untuk ikutan kuis ini. Kumpulkan poinnya dan menangkan:
Paket wisata gratis ke Taman Nasional Komodo, ada keindahan menunggu Anda di sini, belum lagi kekayaan biota bawah airnya. Sementara di atasnya terpampang pulau-pulau indah berpasir putih hingga yang berpasir merah muda indahnya saat disapa matahari.

Komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies langka yang hampir punah, hanya dapat Anda temukan di Taman Nasional Komodo. Karena keunikan dan kelangkaannya, Taman Nasional Komodo dinyatakan sebagai a World Heritage Site dan Man and Biosphere Reserve oleh UNESCO tahun 1986. Pertama kali ditemukan dunia ilmiah tahun 1911 oleh JKH Van Steyn. Sejak saat itu kemudian memperluas tujuan konservasinya juga untuk melindungi seluruh keanekaragaman hayati, baik laut dan darat..
Hadiah termasuk tiket, akomodasi dan uang saku.
Selain dapat pengetahuan yang luar biasa, siapa tahu Anda adalah salah satu pemenang yang beruntung mendapatkan pengalaman wisata seru yang tak terlupakan.
Kuis ini dimulai 18 Oktober 2012 sampai dengan 30 November 2012
Login facebook:
Jelajahi dan Telusuri Lebih Dalam Kehidupan Komodo
Jawab pertanyaan pariwisata Indonesia sebanyak-banyaknya dan ajak teman-teman Anda untuk ikutan kuis ini.
Kumpulkan poinnya dan menangkan wisata ke Taman Nasional Komodo 3 hari 2 malam untuk 15 orang pemenang. Hadiah termasuk tiket, akomodasi, dan uang saku. Tersedia juga 5 merchandise bagi 5 orang lainnya.
 ATURAN MAIN:
·         Kunjungi Situsnya di www.id.indonesia.travel.com
·         Peserta wajib mengisi data diri lengkap, demi kelancaran informasi dan distribusi hadiah
·         Peserta wajib Like Facebook Indonesia.Travel dan Follow Twitter @indtravel
·         Jawab pertanyaan dengan menemukannya pada hint yang tersedia
·         Tiap jawaban betul akan mendapat 5 poin
·         Dalam sehari Anda dapat menjawab maksimal 5 pertanyaan, dan dapat melanjutkannya lagi di hari berikutnya
·         Ajak teman-teman untuk mengikuti kuis ini, maka Anda akan mendapatkan 1 poin/invite teman
·         Cara mengundang teman untuk mengikuti aplikasi ini adalah dengan membagikan/sharing aplikasi quiz ini dengan menekan tombol share kefacebook wall Anda atau dengan postingURL invitation aplikasi ini di wall profle, wall group, wall page dari account facebok yang Anda miliki.
·         Segala usaha untuk me-retas (hacking), pemalsuan identitas dan segala bentuk kecurangan lainnya akan langsung diskualifikasi
·         Poin perolehan dari menjawab pertanyaan dan invite teman akan diakumulasi hingga kuis ditutup
·         Kuis ini berlangsung selama 42 hari, sejak 18 Oktober 2012 - 30 November 2012
·         Pemenang kuis akan diverifikasi dan diumumkan pada tanggal 3 Desember 2012 di website indonesia.travel, facebook Indonesia.Travel dan twitter @indtravel
·         Apabila terjadi technical problem silahkan email ke quiz AT indonesia.travel


SYARAT & KETENTUAN:
·         Pemenang akan dipilih berdasarkan perolehan 15 peringkat poin tertinggi
·         Merchandise akan diberikan kepada 5 orang peserta yang menempati posisi/poin dibawah 15 orang pemenang paket wisata Taman Nasional Komodo
·         Pemenang akan dihubungi via email untuk dimintai data diri
·         Pemenang yang tidak memberikan data diri akan digantikan user lain satu peringkat di bawahnya
·         Pemenang masing-masing akan mendapatkan paket wisata ke Taman Nasional Komodo selama 3 hari 2 malam.
·         Biaya hotel, pesawat, perahu, makan dan uang saku secukupnya akan ditanggung pihak www.indonesia.travel
·         Pemenang akan diberangkatkan dari Jakarta
·         Biaya di luar perjalanan tersebut di atas tidak ditanggung oleh pihak www.indonesia.travel
·         Pihak yang terkait sebagai penyelenggara kuis (indonesia.travel) tidak diperkenankan untuk mengikuti kuis ini
·         Keputusan pihak indonesia.travel tidak dapat diganggu gugat


Read Full Post
Kamis, 25 Oktober 2012 | 0 komentar

Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar

oleh:
Taufik Hidayat
Di era sekarang, karakter merupakan sesuatu yang jarang ditemukan pada masyarakat Indonesia. Dilihat dari banyaknya ketidakadilan serta kebohongan-kebohongan yang dilakukan masyarakat kita. Bahkan ditingkat yang lebih tinggi sendiri, yaitu pemerintah yang tak mengenal lagi sebuah karakter diri sebagai makhluk Tuhan dan sosial. Menurut Prof. Suyanto Ph.D,karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.
Potensi karakter yang baik telah dimiliki tiap manusia sebelum dilahirkan, tetapi potensi tersebut harus terus-menerus dibina melalui sosialisasi dan pendidikan sejak usia dini. Karakter merupakan kualitas moral dan mental seseorang yang pembentukannya dipengaruhi oleh faktor bawaan (fitrah-natural) dan lingkungan (sosialisasi atau pendikan-natural). Pendidikan merupakan salah satu wadah dalam menunjang pembentukan karakter tiap individu. Sekolah Dasar adalah merupakan pendidikan awal penanaman karakter anak dalam perkembangan dirinya. Tak bisa kita mungkiri bahwa banyaknya generasi di Indonesia, yang tidak mengenal dirinya sebagai bangsa Indonesiayang memiliki berbagai macam suku, budaya, dan kultur sosial yang berbeda.
Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu: pertama, karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kedua, kemandirian dan tanggungjawab; ketiga, kejujuran atau amanah, diplomatis; keempat, hormat dan santun; kelima, dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; keenam, percaya diri dan pekerja keras; ketujuh, kepemimpinan dan keadilan; kedelapan, baik dan rendah hati, dan; kesembilan, karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan.
Meskipun semua pihak bertanggungjawab atas pendidikan karakter calon generasi penerus bangsa (anak-anak), namun keluarga merupakan wahana pertama dan utama bagi pendidikan karakter anak. Untuk membentuk karakter anak, keluarga harus memenuhi tiga syarat dasar bagi terbentuknya kepribadian yang baik. Yaitu,maternal bonding, rasa aman, stimulasi fisik dan mental. Selain itu, jenis pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anaknya juga menentukan keberhasilan pendidikan karakter anak di rumah. Kesalahan dalam pengasuhan anak di keluarga akan berakibat pada kegagalan dalam pembentukan karakter yang baik.
Namun bagi sebagian keluarga, barangkali proses pendidikan karakter yang sistematis di atas sangat sulit, terutama bagi sebagian orang tua yang terjebak pada rutinitas yang padat. Karena itu, seyogyanya pendidikan karakter juga perlu diberikan saat anak-anak masuk dalam lingkungan sekolah, terutama sejak play group dan taman kanak-kanak. Di sinilah peran guru, yang dalam filosofi Jawa disebut digugu lan ditiru (didengar dan dicontoh), dipertaruhkan. Karena guru adalah ujung tombak di kelas, yang berhadapan langsung dengan peserta didik.
Kegagalan guru dalam menumbuhkan karakter anak didiknya, disebabkan seorang guru yang tak mampu memperlihatkan dan menujukkan karakter sebagai seorang yang patut didengar dan diikuti. Sebagai seorang gurutidak hanya sekedar menyampaikan materi ajar kepada siswa. Namun, yang lebih mendasar dan mutlak adalah bagaimana seorang guru dapat menjadi inspirasi dan suri tauladan yang dapat merubah karakter anak didiknyamenjadi manusia yang mengenal potensi dan karakternya sebagai makhluk Tuhan dan sosial.
Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian, dan akhlak mulia.Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.
Jika karakter anak telah terbentuk sejak masa kecil mulai dari lingkungan sosial sampai Sekolah Dasar, maka generasi masyarakat Indonesia akan menjadi manusia-manusia yang berkarakteryang dapat menjadi penerus bangsa demi terciptanya masyarakat yang adil, jujur, bertartanggung jawabsehingga tercipta masyarakat yang aman dan tentram sebuah suatu negara.Pendidikan yang bertujuan melahirkan insan cerdas dan berkarakter kuat itu, juga pernah dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni; intelligence plus character… that is the goal of true education (kecerdasan yang berkarakter adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).
Memahami Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif. Beberapa negara yang telah menerapkan pendidikan karakter sejak pendidikan dasar di antaranya adalah Amerika Serikat, Jepang, Cina, dan Korea. Hasil penelitian di negara-negara ini menyatakan bahwa implementasi pendidikan karakter yang tersusun secara sistematis berdampak positif pada pencapaian akademis.
Seiring sosialisasi tentang relevansi pendidikan karakter ini, semoga dalam waktu dekat tiap sekolah bisa segera menerapkannya, agar nantinya lahir generasi bangsa yang selain cerdas juga berkarakter sesuai nilai-nilai luhur bangsa dan agama.

Read Full Post
Minggu, 18 September 2011 | 0 komentar

BUDAYA

 
Budaya sebagai salah satu dari bentuk/kelompok sosiates

Budaya ataupun kebudayaan merupakan aspek yang memilki keterkaitan yang sangat erat. Tidak dikatakan Masyarakat yang maju jika tidak memilki budaya. Budaya dalam lingkup yang lebih luas sangatlah banyak. Di Indonesia saja budaya sangat beragam. Setiap etnis atau suku masing-masing memilki budaya tersendiri. Budaya yang diadakan oleh nenek moyang pendahulu etnis atau suku yang ada. Menjadi warisan yang akan selalu dijaga dan dilestarikan.

     Mengaitkan hal di atas dengan kehidupan sosial manusia and alah hal yang bisa banyak memberikan pengetahuan baru terkait dengan manusia itu sebagai makhluk sosial. Makhluk yang tidak dapat hidup sendiri dalam lingkungan sosial. Makhluk yang akan selalu mengalami dinamika hidup atas rancangan hidup yang telah ada sebelumnya. Budaya dan manusia sebagai makhluk sosial akan banyak terlihat di masyarakar. Bergerak untuk menjaga eksintensi dalam pemenuhan atas kebutuhan hidup.

            Kelompok budaya ditandai dengan adanya  kesamaan identitas secara fisik, atau setidaknya identitas yang terungkapa dalam wujud-wujud material, entah itu yang disebut fisionomi (cirri-ciri fisik: wajah, mata, atau bentuk kepala) Dari suatu klan maupun dari hasil-hasil yang disebut budaya (patung, anyaman, bangunan). Kesamaan identitas fisik ini tidak diingkari kenyataan adanya kebersamaan dalam hal-hal yang lebih abstrak seperti pandangan hidup, cara berfikir, kepercayaan dan susunan masyarakat yang sering kita lihat.

            Terkait dengan filsafat sosial, budaya menjadi satu aspek penting dalam mengambarkan cirri kehidupan sosial. Dimana budaya merupakan kerangka sosial manusia dalam kehidupan sosial. Sekaligus juga membahas tentang bentuk sosietas dalam hubungan sosial. Budaya sebagai salah satu bentuk kelompok sosietas merupakan kelompok organis yang tidak saling berkaitan dengan kelompok sosietas yang lain seperti kleuarga, Negara, dan religi. Namun hubungan ini bersifat otonom untuk masing-masing kelompok sosietas, maksudnya kelompok sosietas ini tidak dikuasai yang lain. Kuasa yang akan menentukan arah gerak dan perkembangannya.
           
            Budaya tercipta setidaknya karena tiga hal yang membentuknya. Pertama adanya pengembangan atau dalam hal ini manusia yang menjadi subjek dalam pembentukan budaya. Kedua, kebiasaan yang terus-menerus diulang. Kebiasan yang dilakukan oleh individu atau masyarakat yang menjadikan perbuatan atau tidakan itu menjadi suatu hal berasal dari diri mereka dalam lingkungannya.  Ketiga; ialah artefak atau benda yang yang ditinggalkan dari hasil dari perbutan manusia. Artefak atau peninggaln apakah berupa benda atau kesenian merupakan cirri yang sangat menonjol ketika membahas tentang suatu badaya. Artinya bahwa tidaklah dapat budaya itu dipertahankan ketika tidak ada hasil apa-apa yang bisa dijadikan sebagai tanda akan adanya suatu budaya.

            Ketiga  hal diatas memberikan gambaran umum bahwa budaya itu lahir dari manusia akan tindakannya dalam kehidupan, baik pribadi maupun sosial. Untuk budaya yang telah ada dalam masyarakat hendaknya sebagai manusia yang terus mengalami perubahan pola hidup dalam masyarakat karena faktor-faktor internal atau eksternal dalam kehidupan. Melakukan perbuatan yang terkontrol dan baik agar tidak membuat budaya yang nantinya juga dimilki oleh orang lain. Dan bersikap arif untuk menjaga kebudayaan yang ada. Di Indonesia banyak budaya yang kita bisa lestarikan dan kita jaga. Karena kebudayaan ada jauh sebelum negeri Indonesia ada. 
             
            Seperti yang telah dibahasakan di awal tulisan selain budaya, kebudayaan itu sendiri memilki pandangan. Pandangan fungsionalisme terhadap kebudayaan menyatakan bahwa setiap pola kelakuan yang telah menjadi kebiasaan, setiap kepercayaan dan sikap yang merupakan bahagian dari kebudayaan dalam suatu masyarakat, yang memenuhi beberapa fungsi mendasar dalam kebudayaan bersangkutan. Menurut Malinowski, fungsi dari satu unsur budaya adalah kemampuannya untuk memenuhi beberapa keperluan dasar atau beberapa keperluan yang timbul dari keperluan dasar yaitu keperluan sekunder dari para warga suatu masyarakat. Keperluan pokok atau asas adalah seperti makanan, reproduksi (melahirkan keturunan), merasa enak badan (bodily comfort), keamanan, kesantaian, gerak, dan pertumbuhan. Beberapa aspek dari kebudayaan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar itu. Untuk memenuhi kebutuhan dasar ini, muncul keinginan jenis kedua (derived needs), keinginan sekunder yang juga harus dipenuhi oleh kebudayaan. Misalnya unsur Budaya Musik dan Tari Melayu Sumatera Utara kebudayaan yang memenuhi keinginan akan makanan menimbulkan keinginan sekunder untuk kerja sama dalam mengumpulkan makanan atau yang untuk diproduksi. Untuk ini masyarakat mengadakan bentuk-bentuk organisasi politik dan pengawasan sosial, yang akan menjamin kelangsungan kewajiban kerjasama itu. Sehingga menurut pandangan Malinowski mengenai kebudayaan, semua unsur kebudayaan akhirnya dapat dipandang sebagai hal yang memenuhi kebutuhan dasar para warga masyarakat.

            Banyak hal yang bisa terbahas ketika budaya ini kita bahas dalam banyak aspek. Tetapi terkhusus untuk mengambarkan ciri-ciri umum kehidupan sosial. Maka Budaya sebaga bentuk-bentuk dari sosietas inilah yang berusaha tergambar dalam tulisan ini. Tentang apa itu budaya jika dilihat dari segi bentuk sosietas manusia. Dikatakan sebagai kelompok atau bentuk sosietas karena kesejahteraan diperoleh dengan pengolahan dan penggarapan dunia. Dan identitas yang akan selalu dilestarikan karena kepentingan bersama. Yang dalam pembahasan filsafat sosial ialah mempelajari dan mengupas (kegiatan) manusia yang bekerja sama dalam mengelolah dunia.

Read Full Post
Minggu, 17 April 2011 | 0 komentar